Senin, 14 Januari 2013

JANJI LINTONG KE BAKKARA


Perlawanan seru Sisingamangaraja XII bersama pendukungnya terhadap Belanda semakin seru. Ada yang membuat hati sang ratu Belanda begitu geram. Entah siapa yang membuat surat atas nama Sisingamangaraja, masih kurang jelas. Sisingamangaraja tidak menulis suratnya sendiri dan stempel dipegang sekretarisnya yang disebut parmaksi.

Saya tidak hendak membicarakan adanya penghianatan terhadap Sisingamangaraja, tapi gerakan Belanda dengan ancaman itu membuat Sisingamangaraja mengungsikan semua keluarganya ke hutan.
Semula mereka berada di Hutan Lintong. Ada Ompu Babiat Situmorang pendukung perjuangan itu menjamin keselamatan sang raja dan keluarganya disana. Ada ikatan batin yang kuat pada kedua orang ini. Situmorang adalah “tulang” Sisingamangaraja turun-temurun. Situmorang adalah “pamupus” keluarga Sisingamangaraja. Situmorang memangku kewajiban “sada lulu” pada kerajaan Sisingamangaraja. Itu yang dilakonkan Ompu Babiat bersama klannya didukung oleh marga lain seperti Nadeak dan klan Siraja Oloan.
Bakkara diobrak abrik. Tidak ditemukan Sisingamangaraja dan keluarganya, akhirnya komplek istana beserta bangunan pendukung semuanya dibakar. Mendengar itu Sisingamangaraja XII bersedih. Kesedihan beliau dapat dipahami Ompu Babiat Situmorang. Sebelum pengungsian diarahkan ke Dairi, beliau berjanji. Kelak bila istana akan dibangun “parhau” bahan bangunan untuk itu dapat menggunakan kayu yang ada di Hutan Lintong.
Janji ini tidak tertulis, jadi siapa saja dapat meragukan kebenarannya. Namun, yang saya pahami. Janji para Raja yang terhormat walau tidak tertulis, saling percaya menjadi ikatan turun temurun. Cerita ini pun diutarakan Raja Punantun Sinambela cucu Raja Parlopuk abang dari pemangku Raja Sisingamangaraja XII. Cerita ini kembali diingatkan oleh putra beliau Raja Sintong Sinambela kepada saya dua minggu yang lalu saat kunjungan kami bersama Raja Tonggo Tua Sinambela ke Bakkara.
Istana Sisingamangaraja di Bakkara sat ini kondisi menyedihkan. Sebagai asset sejarah harusnya mengikuti tata cara habatahon yang dilaksanakan Sisingamangaraja. Ini mempengaruhi kualitas bangunan.
Apakah ini karena bahan material dari Hutan Lintong tidak disinggung? Apakah karena keluarga Sisingamangaraja tidak langsung melakukan pembangunan dan memohon kepada Situmorang merealisasikan janjinya?
Apakah mungkin Situmorang saat ini tidak lagi merasa memiliki hutan dan tidak tau ada janji kepada Sisingamangaraja?
Saya sendiri tidak tau, atau mungkin mereka juga tidak tau. Yang saya tau turunan Ompu Babiat Situmorang ada seorang sastrawan besar yaitu Sitor Situmorang. Saya pikir tak mungkin hanya beliau. Sitor sendiri pernah mengkritik pemugaran istana Bakkara melalui harian Waspada Medan November 1983 dengan tajuk “Pemugaran Istana Bakkara yang menyimpang dari sasaran budaya”. Taukah beliau ada janji itu?
Saat ini beredar informasi hutan Tele hendak “dimusnahkan” menjadi taman bunga. Saya ragu, apakah hutan Lintong yang telah dijanjikan itu termasuk dari bagian hutan Tele yang diperbincangkan? Atau setidaknya, apakah hutan wilayah pangkuan marga Situmorang itu termasuk hendak dibabat?
Kepada penguasa negeri perlu diingatkan.
Nikmat yang anda rasakan di alam kemerdekaan janganlah melupakan mereka yang berjuang.
Tetesan darah mereka masih berbekas saat bergerak dan belindung di hutan.
Janji dan harapan mereka patutlah dikenang.
Melupakan sejarah adalah bagian dari pengingkaran dan awal dari penghianatan.
sumber:http://tanobatak.wordpress.com/2008/03/06/janji-lintong-ke-bakkara/

Hutan Tele, Sitor Situmorang & Sisingamangaraja XII


Oleh : Jaap (Belanda)**
Museum Bronbeek¹ di Belanda pada bulan Januari ini menampilkan Tanah Batak sebagai tema utama. Sebuah momen yang sungguh emosional bagi penyair Sitor Situmorang, yang kini bermukim di negeri itu. Pasalnya, pewaris hutan ulayat Tele ini sempat diajak berbincang oleh Hans van den Akker, konservator Museum Bronbeek, mengenai kejadian-kejadian historis yang mengenaskan di awal abad ke-20 silam. Terutama kisah heroik pemimpin gerilya dan raja Batak terakhir Sisingamangaraja XII– amangboru kandung (paman) Sitor; yang tewas di tangan Tentara Hindia Belanda tahun 1907.
Belanda Mengejar
Belanda Mengejar

Yang menewaskan Sisingamangaraja XII : Foto tahun 1907. Tentara Belanda mengejar Sisingamangaraja XII di kawasan hutan Tele. Dipimpin Hans Christoffel (memegang tongkat), mereka berpose sejenak di daerah Sagala. Sitor Situmorang (83) menjelaskan secara detail– tanpa mengenal lelah– peristiwa di sekitar tahun 1907 melalui perspektif tradisi Batak. Kematian tragis Sisingamangaraja XII menyebabkan “perpecahan” budaya Batak Toba. Daerah tersebut sepenuhnya berada di bawah kekuasaan kolonial Hindia Belanda.
Musim panas lalu, Situmorang berkeliling di Sumatera Utara dan menjadi tamu kehormatan acara peringatan 100 tahun wafatnya Sisingamangaraja XII.
Sitor Situmorang² dilahirkan di Harianboho, 2 Oktober 1924. Desa ini terletak di kaki gunung Pusuk Buhit yang dianggap magis dan sakral di Tanah Batak. Sitor cilik sudah biasa mendengar sajak dan cerita-cerita heroik mengenai kakek moyangnya. Salah satu cerita tersebut yang paling terkenal adalah Sisingamangaraja. Ompu Babiat, ayah Sitor, masih berkerabat dengan Sisingamangaraja dan dikenal sebagai pemimpin pasukan Sisingamangaraja.
Ompu Babiat adalah lae kandung (ipar) dari Sisingamangaraja XII. Keluarga besar Si singamangaraja dari Bakkara (pesisir selatan Danau Toba) sudah turun-temurun menikahi putri marga Situmorang di Lintong (pesisir barat Danau Toba). Di awal abad ke-20, penduduk Batak Toba hidup berkelompok dengan marga-marga otonom. Setiap daerah diorganisasi secara teratur tidak jauh dari sumber air. Bius atau sistem irigasi menjadi basis pembagian otonomi.
Setiap daerah atau clan otonom tersebut mempunyai raja. Sisingamangaraja adalah pemimpin (religius) yang paling disegani saat itu. Sisingamangaraja XII menjadi tokoh sentral setelah naik tahta di usia remaja. Ia menggantikan Sisingamangaraja XI yang tutup usia akibat epidemi kolera.
Sisingamangaraja bergerilya di hutan Tele
Di tahun 1883 terjadi konfrontasi antara Tanah Batak dengan kekuasaan kolonial yang sudah lama bercokol di Aceh. Serangan ini berlangsung di selatan Danau Toba di sekitar Balige.
Sisingamangaraja terluka di lengannya dan lari bersembunyi ke dalam hutan. Langit berubah hitam kelam. Gunung Krakatau sedang meletus saat itu. Pelariannya berakhir di Lintong. Boru Situmorang, ibunda Sisingamangaraja, berasal dari daerah ini. Popularitas Sisingamangaraja melesat sejak kejadian tersebut. Perang di areal terbuka ini sering disebut tidak berimbang. Tentara Hindia Belanda dianggap secara taktis dan teknis lebih superior.
Mulai saat itu masyarakat Batak Toba mempunyai satu musuh utama, Tentara Hindia Belanda, dan seorang pemimpin, Sisingamangaraja XII. Pada tahun 1889, gerakan kontra gerilya Sisingamangaraja dan tentaranya berpusat di Pea Raja. Ia juga memimpin rakyatnya melewati kehidupan yang cukup aman dan tentram. Sementara itu, Tentara Belanda di Aceh membentuk korps elit untuk melawan aksi militan. Korps revolusioner ini merupakan ide dari J.B. Heutsz dan islamolog C. Snouk Hurgronje.
Tentara gerilya Aceh dan Batak diawasi oleh brigade yang terdiri dari maksimal 16 serdadu pribumi di bawah pimpinan komandan dari Eropa.Mereka dipersenjatai dengan karabin dan klewang. Brigade ini beroperasi amat cepat dan akurat. Posisi Aceh semakin terdesak dan perlawanan Aceh dapat dibendung oleh Tentara Hindia Belanda. Tanah Batak kembali menjadi daerah incaran kolonialisme mulai tahun 1904. Ekspedisi mereka di bawah pimpinan Van Daalen berakhir di Gayo dan Alas.
Tanah Batak yang mereka lewati dan diperkirakan membahayakan akan dibakar, dijarah dan dibunuh penduduknya. Raja Batak menjadi target terpenting mereka saat itu. Ekspedisi lainnya mulai merambah Pea Raja, tempat persembunyian pemimpin perlawanan Bangso Batak itu. Sisingamangaraja XII harus bersembunyi lebih dalam lagi ke hutan belantara bersama keluarga dan pengikutnya.
“Mereka seperti bermain petak-umpet,” ujar Sitor Situmorang.
sitorjaap11.jpg
17 Juni 1907 : Sisingamangaraja tertembak
Salah satu letnan dari ekspedisi ini, Colijn, yang juga pernah menjabat PM Belanda menulis surat kepada istrinya dan menyatakan kekagumannya terhadap tokoh Sisingamangaraja yang disucikan dan peninggalan berharga mereka yang dibiarkan begitu saja sewaktu bersembunyi ke dalam hutan.
Tentara Hindia Belanda di bawah pimpinan Hans Christoffel dilengkapi empat brigade bertolak ke kawasan Batak Toba di bulan Maret 1907. Brigade tersebut sebagian besar terdiri dari penduduk Jawa dan Ambon. Mereka ditugasi Christoffel untuk menangkap Sisingamangaraja XII, hidup atau mati.
Meskipun berperawakan kecil, Christoffel dikenal tegas, berani dan tidak mudah ditaklukkan. Selain itu, ia adalah penembak jitu dan berpengalaman melawan gerakan kontra gerilya. Tanpa membuang waktu, ia bersama brigadenya segera menyusuri daerah pesisir barat Danau Toba dan pegunungan di Pusuk Buhit.
Kondisi alam di sana sukar dan dipenuhi jurang dalam serta bukit terjal. Dalam waktu singkat, Christoffel berhasil mengumpulkan informasi mengenai tempat persembunyian Sisingamangaraja. Taktik search-and-destroy Christoffel berakibat tertangkapnya Boru Situmorang dan beberapa anaknya, namun Sisingamangaraja belum dapat disentuh. oleh Christoffel. Sampai akhirnya pada tanggal 17 Juni 1907, salah satu brigade dari Christoffel bertatap muka langsung dengan Sisingamangaraja di dekat sebuah jurang di daerah Parlilitan.
“Ahu Singamangaraja,” teriaknya. (Akulah Singamangaraja)
Menurut sebuah jurnal kolonial, pertumpahan darah tidak dapat dihindari dan Sisingamangaraja gugur bersama kedua putranya. Jenazah Sisingamangaraja diusung berkeliling desa supaya rakyat tahu raja mereka telah tiada (Ini taktik Belanda untuk menjatuhkan moril Bangso Batak, supaya lebih mudah dikalahkan dan dijajah.)
Sisingamangaraja dimakamkan di sebuah garnisun di Tarutung. Belanda ingin menghindari tempat peristirahatan terakhir Sisingamangaraja menjadi semacam tujuan ziarah. Kemudian anak-anak Sisingamangaraja yang lain dibaptiskan oleh misionaris dari Rijn dan dikirim ke Jawa. Sejak saat itu, Tanah Batak menjadi bagian dari dunia “modern”.
———————————————————————————————————
Catatan:
¹Museum Bronbeek menggelar pameran De laatste Batakkoning (Raja Batak terakhir) mulai 20 Januari hingga 20 Oktober 2008. Eksposisi ini juga dilengkapi ceramah, pergelaran tari, pemutaran film dokumenter mengenai Batak dan interview dengan Sitor Situmorang.
²Sitor Situmorang dilahirkan di Harianboho, 2 Oktober 1924. Di usia 6 tahun ia pergi ke Balige untuk menempuh pendidikan. Sekolah dasarnya ia selesaikan di Sibolga dan sekolah menengahnya di Tarutung. “Kami menganggap pendidikan Belanda sebagai hal yang lumrah waktu itu,” ungkapnya. Masa pendudukan Jepang terpaksa menghentikan kegiatan akademisnya dan Sitor bergabung dengan Harian Waspada di Medan. Tahun 1946 ia pindah ke Jakarta.
Sitor termasuk sastrawan Angkatan ’45. Ia banyak menulis esai mengenai Indonesia Baru dan perkembangannya di masa awal Republik Indonesia. Tahun 1953, setelah mengenyam pendidikan di Amsterdam dan Paris, kumpulan puisinya “Surat Kertas Hijau” diterbitkan. Selain itu masih ada beberapa kumpulan sajak, cerita pendek dan naskah drama.
Publikasi “Esai Sastra Revolusioner” di tahun 1965 di era Soeharto membuatnya harus mendekam di penjara selama 8 tahun, tanpa proses pengadilan. Selanjutnya terbit kumpulan puisi “Waktu Dinding” dan “Peta Perjalanan”.
Karya Sitor tidak hanya kental dengan tradisi Batak yang kuat, tetapi juga dipengaruhi sastrawan modern Belanda seperti Slauerhoff. Tema karya Sitor yang menonjol: cinta semu atau tidak kekal, pengembaraan dan siklus abadi kematian dan kehidupan.
Ia menjadi dosen tamu di Seksi Indonesia di Universitas Leiden (1981-1990). Setelah pensiun, Sitor sempat tinggal di Pakistan, Paris dan Jakarta. Ia dianugerahi ASEAN Write Award di tahun 2006. Kini ia menetap di Belanda.

Sumber: Majalah Moesson –Sitor Situmorang over de laatste koning aller Batak– De dag dat de hemel zwart werd (Januari 2008)

Rabu, 09 Januari 2013

Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang)



Kulit luarnya bisa saja terlihat halus mulus tanpa cacat. Tapi siapa tahu, sisi dalamnya keropos. Ketidakpastian inilah yang dihadapi industri pesawat terbang sampai 40 tahun lalu. Pemakai dan produsen sama-sama tidak tahu persis, sejauh mana bodi pesawat terbang masih andal dioperasikan. Akibatnya memang bisa fatal. Pada awal 1960-an, musibah pesawat terbang masih sering terjadi karena kerusakan konstruksi yang tak terdeteksi. Kelelahan (fatique) pada bodi masih sulit dideteksi dengan keterbatasan perkakas. Belum ada pemindai dengan sensor laser yang didukung unit pengolah data komputer, untuk mengatasi persoalan rawan ini.
Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat. Ketika lepas landas, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Ketika menyentuh landasan, bagian ini pula yang menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (crack).
Titik rambat, yang kadang mulai dari ukuran 0,005 milimeter itu terus merambat. Semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang. Kalau tidak terdeteksi, taruhannya mahal, karena sayap bisa sontak patah saat pesawat tinggal landas. Dunia penerbangan tentu amat peduli, apalagi saat itu pula mesin-mesin pesawat mulai berganti dari propeller ke jet. Potensi fatique makin besar.
Pada saat itulah muncul anak muda jenius yang mencoba menawarkan solusi. Usianya baru 32 tahun. Postur tubuhnya kecil namun pembawaannya sangat enerjik. Dialah Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, laki-laki kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936.
Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik crack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan crack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. Crack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.
Sebelum titik crack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF). Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya. Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik crack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.
Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25% setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat. Namun pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.
Faktor Habibie ternyata juga berperan dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara saat tubuh pesawat lepas landas. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatique menjadi turun.
Riwayat keilmuan Habibie dimulai ketika ia mendapat beasiswa dari pemerintah untuk belajar di Technische Hochschule Die Facultaet Fue Maschinenwesen, Aachen, Jerman, pada 1956. Selama setahun sebelumnya, Habibie tercatat sebagai mahasiswa ITB. Setelah mengantongi gelar diploma ingenieur jurusan konstruksi pesawat terbang, tahun 1960, sambil melanjutkan kuliahnya, ia menjadi asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Konstruksi Ringan di kampusnya.
Otak Habibie makin kelihatan encer kala gelar doctor ingenieur-nya disabet dengan predikat suma cum laude pada 1965. Rata-rata nilai mata kuliahnya 10. Presatsi ini membuatnya dipercaya jadi Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisis Struktur di Hamburger Flugzeugbau (HFB). Tugas utamanya adalah memecahkan persoalan kestabilan konstruksi bagian belakang pesawat Fokker 28. Luar biasa, hanya dalam kurun waktu enam bulan, masalah itu terpecahkan oleh Habibie.
Ia meraih kepercayaan lebih bergengsi, yakni mendesain utuh sebuah pesawat baru. Satu diantara buah karyanya adalah prototipe DO-31, pesawat baling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal, yang dikembangkan HFB bersama industri Donier. Rancangan ini lalu dibeli oleh Badan Penerbangan dan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA).
Habibie hanya sampai tahun 1969 saja di HFB, karena dilirik oleh Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB), industri pesawat terbesar yang bermarkas di Hamburg. Di tempat yang baru ini, karier Habibie meroket. Jabatan Vice President/Direktur Teknologi MBB disabetnya tahun 1974. Hanya Habibie-lah, orang diluar kebangsaan Jerman yang mampu menduduki posisi kedua tertinggi itu.
Di tempat ini pula Habibie menyusun rumusan asli di bidang termodinamika, konstruksi ringan, aerodinamika dan crack progression. Dalam literatur ilmu penerbangan, temuan-temuan Habibie ini lantas dikenal dengan nama Teori Habibie, Faktor Habibie dan Metode Habibie. Paten dari semua temuan itu telah diakui dan dipakai oleh dunia penerbangan internasional.
Pesawat Airbus A-300 yang diproduksi konsorsium Eropa (European Aeronautic Defence and Space) tak lepas dari sentuhan Habibie. Maklumlah dalam konsorsium ini tergabung Daimler, produsen Mercedes-Benz yang mengakuisisi MBB. Sehingga Habibie berhak atas royalti dari teknologi yang dipakai dalam kendaraan udara berbadan lebar itu. Selain dari Airbus, Habibie juga mendapat royalti dari produsen-produsen roket di banyak negara, yang banyak menggunakan teknologi konstruksi ringannya.
Tahun 1978, Habibie dipanggil pulang ke Tanah Air oleh Presiden Soeharto dan sejak itu kemudian berkiprah dalam upaya pengembangan teknologi kedirgantaraan di Indonesia, Hasilnya antara lain pesawat terbang pertama buatan Indonesia CN-235 dan N-250.
Prestasi keilmuan Habibie mendapat pengakuan di dunia internasional. Ia menjadi anggota kehormatan berbagai lembaga di bidang dirgantara. Antara lain di Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sedangkan dalam bentuk penghargaan, Habibie menerima Award von Karman (1992) yang di bidang kedirgantaraan boleh dibilang gengsinya hampir setara dengan Hadiah Nobel. Dan dua tahun kemudian menerima penghargaan yang tak kalah bergengsi, yakni Edward Warner Award.

Analisa Kesehatan Melalui Wajah

 

Seni membaca wajah pada jaman cina kuno sangat membantu untuk mengetahui jenis penyakit yang sedang diderita oleh si pasien. sampai saat inipun ternyata membaca wajah merupakan salah satu cara yang dapat digunakan oleh dokter TCM untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita. Karena setiap organtubuh selalu mempunyai keterikatan dan saling mencerminkan.

Prinsip-prinsip Membaca Wajah

Prinsip-prinsip awal wajah membaca adalah energi kosmis dari lima unsur dan yin dan yang. Unsur-unsur tersebut adalah lambang dan mewakili kualitas energi dalam diri setiap orang yang tercermin di wajah.  Yang rumit fisik, psikologis dan emosional profil dapat dibangun, menggabungkan energi dari fitur, kehidupan poin ‘wajah, tiga divisi dari atas ke bawah (dahi, midface dan wajah bagian bawah) yang menunjukkan saraf, peredaran dan sistem pencernaan dan zona wajah yang mewakili organ-organ internal.
Setiap wajah adalah sebuah peta dari masa lalu, sekarang dan masa depan. Masa lalu akan digambarkan sebagai konstitusi Warisan kami, ibu kami kehamilan, masa kanak-kanak dan remaja kita, baik dengan kesulitan atau mendukung dalam keluarga, dan kami tahun-tahun awal ketika kami memulai di dunia.  Sekarang mencerminkan kesehatan kita pada saat membaca.  Ini adalah sesuatu yang kita menciptakan diri kita sendiri.  Coco Chanel berkata: “Kami mendapatkan wajah kita layak”: pantas diet, emosi negatif yang terus-menerus, obat-obatan, racun dan stres semua berkontribusi pada baris, kemacetan, dan warna pada wajah.  Zona wajah yang terkena adalah berkaitan dengan organ-organ internal di bawah tekanan.  Dengan cara yang sama bahwa kaki adalah mikrokosmos keseluruhan dalam Refleksi, sehingga wajah menunjukkan status kesehatan batin dan orang di balik persona.  Masa depan tidak ditakdirkan dalam filosofi Cina: tindakan belas kasihan dapat memperpanjang hidup seseorang, dan mengambil peduli dengan kesehatan lebih besar dapat mengatasi gejala kemungkinan masa depan.  Kadang takdir dan naik turunnya kehidupan dapat ditingkatkan dengan operasi wajah – menyipitkan mata membantu memperbaiki nasib seseorang selama bertahun-tahun 35-40. Namun, hidung pekerjaan yang mengekspos lubang hidung dan memperpendek hidung dapat mempengaruhi akhir 40-an!
Keseimbangan dan proporsi wajah yang penting dalam membaca, seperti dalam lukisan Cina. Perlu ada keselarasan antara gunung-gunung (yang yang elemen, diwakili di wajah oleh tulang) dan sungai-sungai, (unsur yin yang merupakan jaringan lunak). Meskipun wajah dapat dianggap indah oleh masyarakat, dalam menghadapi membaca istilah ini mungkin terlalu yin (terbalik hidung, besar mulut lebar, mata terlalu jauh, alis tipis). Banyak “anak terlantar” model memiliki tampilan ini. Dalam bahasa kami, kami memiliki banyak ungkapan untuk menggambarkan karakter: “kaku bibir atas, membayar melalui hidung, dua dihadapi, menjaga hidung seseorang bersih, berdagu bertanya-tanya”. Kita mungkin sudah lupa bagaimana masuk ke suatu bahasa di tempat pertama, tetapi untuk pembaca wajah hidung adalah sebuah “kotak uang”, mulut berkaitan dengan komunikasi, dan dagu menandakan tekad, ambisi dan kepraktisan. Jadi, membaca wajah  dapat digunakan untuk meringkas seseorang energi, untuk mendapatkan kesehatan baca-out, untuk menilai karakter, untuk membantu memperoleh pengetahuan dan diri untuk merencanakan kesehatan yang baik.

Jenis Wajah

Masing-masing dari lima unsur memiliki wajah sesuai bentuk wajah yang memberitahu pembaca bahwa energi tertentu, bakat, atau masalah kesehatan yang mungkin dapat ditemukan dalam orang ini make up.  Sebagian besar wajah-wajah orang menunjukkan unsur campuran dan dengan demikian harmoni atau konflik dapat membantu untuk menentukan bagaimana orang akan menggunakan energi mereka. Keselarasan dan keseimbangan unsur-unsur dan fitur dapat menunjukkan masa-masa kehidupan yang mudah, sementara yang sebaliknya dapat berarti kesulitan, kesehatan yang buruk atau nasib buruk.  Namun, semua indikasi harus dipertimbangkan sebelum membaca penuh dapat dilakukan.  Cina juga mengatakan bahwa aturan mata wajah dan cahaya yang tetap atau “glitter” di mata menunjukkan hati yang kuat-roh atau kurangnya stres yang dapat mengurangi melawan kali ketika energi akan rendah. Ini energi cahaya tertentu menunjukkan bahwa hati lurus dan akan meningkatkan fitur-fitur yang baik dan memodifikasi ketidakseimbangan.  Konfusius berkata: “Lihat ke seseorang murid – ia tidak dapat menyembunyikan dirinya sendiri”.

Wajah Dengan unsur Kayu

dobel-kayu
Jenis kayu
memiliki wajah yang panjang dan hidung panjang, lebar dan tinggi dahi dan pipi sempit. Mata harus memiliki pandangan ramah, dan rambut dan alis tidak boleh tebal atau kaku.  Harus dahi tinggi dan lebar kayu sebagai arah mental adalah penting bagi jenis unsur ini.  Kayu memiliki energi pertumbuhan, melihat gambaran keseluruhan dan visi masa depan, perencanaan dan melihat melalui proyek.  Jenis kayu dengan wajah yang seimbang adalah pemimpin, administrator dan penyelenggara dengan cita-cita yang kuat. Mereka mampu memikul banyak tanggung jawab dan bersedia bekerja untuk kepentingan orang lain. Mereka harus tumbuh dan mencapai, karena ini adalah cara mereka belajar tentang diri mereka sendiri dan jalan hidup mereka.  Salah satu tantangan dari elemen kayu untuk dapat “melihat pohon-pohon kayu untuk” dan tidak akan terlibat dalam struktur. Orang Cina mengatakan bahwa kayu yang seimbang wajah adalah sebuah pra-syarat bagi Pemerintah.
Emosi yang berhubungan dengan kayu adalah amarah yang juga merupakan energi yang digunakan untuk pertumbuhan, pengembangan, dan mencapai kedewasaan.  Ini adalah keinginan untuk menyatakan siapa kita dan untuk memenuhi visi kami. Ketika keinginan ini frustrasi dan diblokir itu bisa menjadi ledakan kemarahan (yang yang aspek) atau meledak menjadi depresi (aspek yin). Jika jenis kayu tidak bisa keluar “ranting-ranting baru” setiap tahun “pohon” menjadi sangat kerdil dan ini bisa diterjemahkan menjadi mudah marah, frustrasi, dan keraguan bukan penilaian yang baik, motivasi diri, ketepatan dan perencanaan yang matang. Sumbatan di gratis dan mudah aliran energi kayu membuat hati dan kantung empedu rentan terhadap penyakit serta menyebabkan sakit kepala, PMT, masalah pencernaan, batu empedu, dan bisul. Makanan yang harus dihindari adalah makanan berminyak atau berminyak, dan alkohol.  Contoh wajah kayu adalah Tony Blair dan Pangeran Charles, meskipun mata Pangeran Charles lebih kecil dibanding Tony Blair’s, menunjukkan kepribadian yang lebih reserved.

Wajah dengan tipe Api

 

Jenis api juga memiliki wajah yang panjang dengan sempit, tulang pipi menonjol, dagu runcing dan yang lebih menunjuk dahi daripada jenis kayu. Mereka mungkin memiliki bintik-bintik, merah, rambut keriting atau kurus, pidato dan cepat cepat gerakan tubuh. Elemen api membawa kehangatan dan antusiasme untuk kepribadian dengan kapasitas untuk memberi inspirasi dan membuat orang “bersemangat”. Mereka aktif dan luar ruangan, tujuan yang terpusat, cepat berjalan dan petualang.  Mereka kadang-kadang dapat mengambil risiko gila, dan selalu mencari stimulasi dan kegembiraan.
Jika keluar api, api jenis menjadi agak ditarik dan karakter pemalu, kurang sukacita dan motivasi. Tantangan dari unsur api untuk menemukan bahwa kehangatan dan kegembiraan positif dalam. Anda dapat melihat di mata ini – jika “glitter” atau sinar mata dikendalikan – pikirkan Ram Dass, guru spiritual. Kelebihan api dapat membuat Anda rentan terhadap masalah jantung, kecemasan dan insomnia atau ruam kulit.  Api jenis perlu menyertakan beberapa makanan pahit menjadi makanan mereka dari waktu ke waktu seperti sawi putih, dandelion, dan burdock. Darah makanan bergizi dan rempah-rempah adalah suatu pertimbangan penting bagi mereka. Beberapa melakukannya dengan sangat baik pada ginseng.
Meskipun bentuk api klasik cukup langka, orang-orang dengan banyak api yang Joan Collins dan Duchess of York.

Wajah dengan Tipe Bumi/Tanah

Bumi kepribadian yang ditandai oleh wajah-wajah persegi pendek dengan berbeda jawlines, complexions pucat, gemuk tubuh dan suara yang mendalam. Fitur yang dapat besar, terutama mulut yang berhubungan dengan lambung dan usus. Earth memiliki kemampuan untuk menjadi diam dan untuk membangun dasar yang kuat dalam kehidupan.
Bumi jenis praktis, tekun, dapat diandalkan, sangat tabah dan hati-hati dengan uang dan membuat bendahara yang baik.  Mereka tidak begitu melamun atau idealis sebagai jenis kayu dan bukan sebagai terombang-ambing oleh emosi sebagai jenis air.  Mereka cenderung ke arah cara-cara tradisional dalam melakukan sesuatu dan dapat mengalami masalah dengan khawatir, masalah makanan, perut, dan gangguan limpa, dan asimilasi makanan (dan kehidupan) dan mengubah ini menjadi energi Qi. Saluran perut berjalan di sepanjang garis rahang dan bumi yang lemah dapat berarti tidak ada garis rahang. Sebaliknya, terlalu banyak bumi dapat menunjukkan kecenderungan untuk keras kepala, egoisme dan keengganan untuk berubah.
Emosi simpati berhubungan dengan elemen bumi – ini dapat bermanifestasi sebagai over-merawat dan memelihara, atau kurangnya simpati dan ketidakmampuan untuk memelihara diri sendiri. Saran nutrisi, suplemen dan enzim pencernaan sering cocok untuk tipe muka bumi. Pola makan yang menghindari gula dan susu yang cocok sebagai makanan ini cenderung “meniup” pencernaan dan menciptakan apa panggilan cina “basah” – suatu bentuk lendir internal yang terjebak dalam jaringan ikat dan menyebabkan gejala seperti kaki berat, kembung, kelebihan penyakit selesema, suram kepala dan kelesuan. Tantangan bagi kepribadian bumi berada di dunia materi dan pengalaman yang berbuah, panen, memelihara diri dan orang lain, irama, keheningan dan perasaan yang berpusat dan berdasar.
Dua wajah klasik berbentuk bumi adalah David Coulthard, para pembalap, dan Stassinopoulos Arianna Huffington. Wajah kedua menunjukkan aspek yang bumi yang berfokus niat.

Wajah dengan Tipe Logam

Wajah logam berbentuk oval dengan luas ditetapkan, chevron tulang pipi dan kulit pucat. Biasanya tampan, mereka telah jelas, mata bersinar dengan banyak energi yang keluar dari mereka. Alis yang pucat, pidato yang terpotong dan rambut biasanya lurus.  Mereka adalah penasihat yang baik, pengacara dan konselor. Logam adalah unsur pikiran dan sehingga mereka berkemauan keras dan memecahkan masalah mereka sendiri. Sebuah selera humor yang bagus, hidup pandangan dan sikap pekerja keras semua aspek logam yang terbaik.  Pada terburuk, dapat menjadi racun dengan pikiran negatif, terputus dan pedas, dengan “mengapa hal ini terjadi padaku?” mentality. mentalitas. Jenis logam juga membuat guru dan penyembuh yang baik. Ketika tertekan, mereka menderita dengan penyakit sistem pernapasan dan usus yang lebih rendah.  Penting bagi mereka untuk bernapas dalam-dalam untuk membiarkan Qi surgawi dan untuk memastikan bahwa mereka makan makanan berkualitas baik dengan banyak mineral, dan tinggal jauh dari junk food yang dapat sulit bagi mereka untuk menghilangkan. Mereka cenderung untuk merespon dengan baik untuk psikoterapi, homoeopati, bunga Bach protokol pengobatan dan perawatan yang rasional dan dipikirkan dengan baik. Untuk merasa bahagia, mereka perlu untuk mengekspresikan kreativitas mereka atau logam yang bersinar cerah semakin tumpul dan berkarat.
Wajah logam klasik: Charlotte Rampling dan Lauren Bacall yang menggunakan kreativitas logam mereka dalam karier akting mereka.

Wajah dengan Tipe Air

 

Air kepribadian dapat diakui oleh mereka bulat, gemuk, lembut wajah dan kadang-kadang, tubuh gemuk.  Besar mata lembut fitur air seperti rambut dan warna gelap. Air orang yang tenang dan lembut, banyak diperintah oleh sensasi dan rentan terhadap setiap menarik emosi. Mereka adalah komunikator dan pencerita yang baik dan sangat sensitif, dan sadar akan kecenderungan baik di tempat kerja atau masyarakat. Mereka bisa psikis dan membuat pendengar yang baik, wali dan konselor. Ada gairah dan vitalitas tentang air jernih yang dapat menarik apa yang diperlukan seperti magnet, tidak seperti jenis kayu, misalnya, yang memutuskan apa yang mereka inginkan dan kemudian membuat rencana tentang bagaimana untuk mendapatkannya. Jika air jelas, mereka memiliki cadangan yang kuat dan kemampuan untuk mengalir secara bebas dalam setiap situasi. Jika mendapat stagnan melalui emosi terpendam, kulit bisa mengembangkan nada biru dengan lingkaran hitam di bawah mata.
Seperti api murni wajah, wajah air klasik sangat jarang. Kebanyakan orang campuran, dan beberapa memiliki banyak air di wajah mereka, meskipun mungkin bentuk dasar kayu, tanah atau logam. Kelebihan jaringan lunak berarti diselenggarakan di dalam kecemasan dan emosi yang dapat memengaruhi energi ginjal. Walaupun jenis air sering sangat ambisius, terlalu banyak yin dapat berarti bahwa mereka terjebak dan lesu. Aturan unsur air ginjal yang memegang hakikat hidup dan merupakan dasar yin dan yang. Jangka panjang stres, terutama stres mental dan terlalu banyak bekerja, menguras yin ginjal yang tidak bisa lagi mendinginkan tubuh, sehingga menimbulkan peradangan dan batin panas.
Contoh wajah air: Ratu Victoria, yang suka menceritakan dan mendengarkan cerita, dan Deng Xiao Ping, almarhum Perdana Menteri Cina, yang memiliki telinga yang besar menunjukkan cadangan besar ginjal konstitusional yang membantunya untuk tetap berkuasa ke dalam sembilan puluhan.

Kesimpulan:
  • Dalam ilmu yang berlandaskan filosofi yin-yang ini dikenal lima bentuk wajah. Bentuk pertama, wajah kayu atau muka pohon, yakni memiliki ciri wajah bulat, yang di bagian dagunya mengecil atau lancip. Sifat dasarnya melindungi, sangat berpengaruh, setia, suka berpindah-pindah, dan bersikap apa adanya.
  • Lalu wajah api, dengan bentuk di bagian dagu membesar atau bentuk segi tiga, kepribadiannya kurang sabar, suka berkorban, bersemangat, pandai memotivasi orang, jago berstrategi, dan pintar membina sebuah hubungan.
  • Bentuk wajah tanah, yaitu wajah berbentuk kotak atau persegi, memiliki sifat dasar pandai menjaga rahasia, setia, pendiam, penyayang, dan sedikit kaku.
  • Wajah logam atau muka berbentuk lonjong berarti penyuka hal abstrak, berpikiran lurus, ahh strategi, pendendam, dan cepat beradaptasi.  
  • Yang terakhir, wajah air, dengan bentuk muka bulat seperti bola, memiliki sifat cerdas, solidaritas, jago berbisnis, dan suka hal-hal dinamis.

Mempelajari Karakter dari semua aspek


Manusia memiliki berbagai macam karakter yang berbeda-beda. Perbedaan itu dapat dilihat dari temperamen, watak, dan kepribadian masing-masing. Kali ini saya akan membagikan tentang cara membaca karakter seseorang dari bagian-bagian wajahnya.


1. Rambut
Dari segi warna :
  • Hitam sekali : pantang menyerah, tidak mudah putus asa dan disukai banyak orang.
  • Hitam lemas : tulus hati namun pikirannya mudah berubah
  • Hitam berkilau : suka ilmu pengetahuan, sabar, namun tegas
  • Agak kemerahan : kelakuannya tidak bisa diduga, tidak suka hidup teratur
  • Hitam kelam, tebal : memiliki kualitas hidup bagus
  • Hitam tipis : penuh gairah
  • Merah : bisa menjadi pemimpin
Dari segi kelebatan dan sifat rambut :
  • Lemas agak halus : mudah terserang penyakit, agak bebal
  • Jarang : tidak pandai menyimpan uang, keras kepala
  • Kaku : pantang menyerah, tegas, berani
  • Lebat : pandai bicara, banyak akal
  • Lebat dan kaku : berani, daya tahan bagus, intelektual kurang, daya sembuh, suka tantangan
  • Lebat, kasar : miskin
  • Kasar dan kaku : tidak begitu simpatik, suka menggunakan cara sendiri
  • Tidak bisa tumbuh panjang : suka pada percintaan muluk, tapi sering gagal


2. Dahi
Dari segi sifat :
  • Dahi yang lebar : pandai, praktis, idealisme tinggi, kaya gagasan
  • Lebar, tinggi : toleran, bisa menerima masukan orang lain
  • Lebar, dalam, bulat mulus : kreatif, artistik
  • Lebar, dalam, bulat, licin : memiliki kemampuan, ingatan baik, berinisiatif, logis, cerdas.
  • Sangat lebar, licin, bersih : intelek, aktif, gesit, minat besar dalam aktivitas seksual
  • Licin, tanpa garis dan alur : kehidupan lancar, hampir tidak pernah mengalami masalah
  • sangat licin : optimis
  • Tinggi, dalam, bulat : idealisme tinggi, pertemanannya kuat
  • tinggi, sempit : selalu ingin mencari tahu, berpikir logis/analitis
  • Rendah : praktis, to the point
  • Datar : pragmatis
  • Terlalu besar : pemimpi, perlu kerja keras untuk merealisasi gagasan
Dari segi zona dahi :
  • Zona atas (antara garis rambut dan alis) melebar di sepanjang garis rambut : mempunyai kemampuan berkata-kata, bakat menulis
  • Zona atas lebih panjang dari salah satu daerah di kepala : introvert, sulit mengembangkan hubungan pribadi yang akrab
  • Seperti bayi (menonjol di atas) : cenderung mengintelektualkan situasi, kondisi, dan peristiwa sederhana, sehingga menyumbat logis dan nalar, tidak matang
  • Lebih panjang dari zona tengah : ketidakmampuan mengambil keputusan dan sifat mengalah
Dari segi kerutan :
  • Berkerut : kerutan berupa garis-garis horizontal menunjukkan orang tersebut mudah marah dan antusiasme yang tinggi
  • Berkerut-kerut melintang diatas alis : suka memikirkan hal-hal yang sukar
  • Berkerut-kerut malang diatas alis : jujur, setia, berhati mulia, gampang mengeluarkan uang untuk membantu orang
3. Pipi
  • Pipi bagus : cekatan, berenergi, percaya diri, dan dapat menerima kesalahan orang lain
  • Lesung pipi : selain menambah daya tarik, juga menjadi simbol keserasian dari pemiliknya

4. Mata  
  • Besar : Pemalas, doyan tidur, malas bekerja
  • Terlihat kecil : mudah terkejut, tidak takut bekerja berat, dan menanggung sengsara
  • Sedang : berbudi, berhati mulia, dan bisa memegang janji
  • Masuk(legok) : berhati judes, suka melakukan fitnah, penjahat yang picik
  • Tertutup bulu mata yang halus : pendiam, tidak berbudi
  • Jarang berkedip : berhati mulia, mengasihani orang, dan suka menolong sesama yang sengsara
  • Pupil terlihat hitam sekali : banyak tingkah serba tengik
  • Kornea terlihat biru : Busuk, jahat, kejam, judes, dengki, suka khianat, rendah, suka, memfitnah
  • Kornea terlihat merah : berani yang membabi buta, tabah
  • Kornea terlihat kuning : penjahat, maling
  • Serba sedang, jarang berkedip : bijaksana, pandai bicara, suka menolong
  • berkerut di sekeliling mata : Berkulit muka tebal, tidak tahu malu
  • Terdapat tahi lalat pada  kornea atau pupil : suka menyusahkan orang lain
  • Sorot mata tajam : memiliki semangat yang berkobar dan optimis
  • Sorot mata redup : kurang percaya diri
  • Sorot mata ramah : penyabar dan penuh kasih sayang.
  • Sorot mata terlalu tajam : emosional dan kurang pertimbangan
  • Mata simetris atau rata : emoinya stabil, tenang
  • Mata kiri lebih tinggi : pandai namun kurang pertimbangan
  • Mata kanan lebih tinggi : penuh pertimbangan dan kreatif
  • Bola mata tidak sama besar : cerdas, mudah beradaptasi namun ambisius
  • Letaknya sangat dekat satu sama lain : peka tapi kurang semangat dan spekulatif, pandai
  • Letak saling berjauhan : kurang sabar, tidak tekun, dan lamban


5. Hidung
  • Mancung : melepaskan budi dengan cara membabi buta
  • Daging diantara kedua lubang tebal : suka menyela
  • ujung lebar : suka mengobrol, sombong, pandai berbohong
  • Lubang hidung besar : sifatnya buruk, suka memfitnah
  • agak besar : mudah tersinggung
  • Agak besar, mancung : angkuh, suka mementingkan diri sendiri
  • Agak besar pada bagian bawah : tidak pandai menyimpan uang, selalu berpikir yang muluk-muluk
  • Ujung hidung bulat : artistik, berbakat menulis, jujur
  • Ujung hidung turun tajam ke mulut : egois, tidak pantas dipercaya
  • Bentuk hidung panjang : berhati-hati, tidak mudah terpengaruh, selalu gelisah
  • Panjang dan sempit : seniman, suka membuat lelucon
  • Pendek : bahagia, alamiah
  • Pendek, besar pesek : tanda peringatan agar tidak mengambil resiko
  • Pesek : kurang spontan dalam bereaksi, lambat mengambil keputusan
  • Kecil : ketergantungan pada orang lain, pemalu, pendiam
  • Kecil, menengadah : ramah, bersahabat, sering memiliki tujuan yang tidak jelas
6. Mulut Dan Bibir
  • Mulut yang ciut : pengecut, tidak mempunyai ketabahan hati
  • Lebar : sedikit membuta, sering menggampangkan perkara-perkara yang sukar
  • Sedang : Berbudi, bisa pegang janji, berhati mulia
  • Tipis : pandai menutup diri dari keburukan, bertabiat palsu
  • Bibir atas tipis dan bibir bawah tebal : menunjukkan tipe orang yang persuasif
  • Agak besar dan menganga : suka mementingkan diri sendiri, namun rela berkorban untuk orang yang disukai
  • Agak tipis : cepat terpengaruh, tidak punya prinsip
  • Berwarna kehitaman : suka selingkuh dan berbohong
  • Berwarna pucat : ingin menang sendiri, mudah naik darah
  • Agak kecil dan sempit : selalu bimbang, tidak bisa mengambil keputusan yang baik
Itulah beberapa hal yang tentang membaca karakter menurut bagian-bagian wajah. Namun semua keterangan diatas tidaklah benar semua. Karakter manusia dapat berubah-ubah. Semua keterangan diatas hanyalah bahan rujukan untuk mempermudah kita mengetahui karakter seseorang. Jika kita memang ingin mengetahui karakter seseorang dengan baik, maka kenallah seseorang itu dengan sebaik-baiknya. Niscaya anda akan mengetahui karakter orang tersebut secara lebih baik.
Materi

Membaca Karakter Seseorang Lewat Bentuk Wajah




Selama berabad-abad, manusia berusaha untuk memahami karakter seseorang dilihat dari wajahnya. Orang Cina percaya bahwa wajah merupakan refleksi dari kepribadian. Unsur yang terdapat dalam wajah seperti mata, hidung, bentuk wajah, hingga kerutan memiliki makna tertentu yang mampu mencermikan kepribadian seseorang.


Bentuk Muka

Bulat: Orang yang memilki muka bulat cenderung memiliki kepribadian yang emosional, sensitif, dan juga perhatian. Biasanya, pria yang memiliki muka bulat memiliki fantasi seksual yang sangat kuat dan nyaman dalam menjalami hubungan yang stabil dan jangka panjang.
Oval: Bentuk muka oval cenderung lebih praktis, sistematis dan pekerja keras. Mereka yang memiliki bentuk muka oval juga cenderung memiliki fisik yang atletis yang cenderung menciptakan narsisme pribadi yang mampu merusak hubungan.
Kotak: Orang dengan bentuk muka kotak cenderung agresif, ambisius, serta dominan. Mereka juga memiliki pemikiran yang tajam, ahli dalam melakukan analisis, dan kritis.
Segitiga: Bentuk muka seperti ini biasanya dimiliki oleh tubuh yang kurus dan memiliki kemampuan persuasi. Bentuk muka ini juga biasa dimiliki oleh orang Tionghoa yang memiliki pribadi yang kreatif dan sensitif tetapi juga temperamental.
Dahi
Dahi yang lebar menandakan suatu kecerdasan dan kepraktisan serta pribadi yang idealis namun tidak pernah mati kreativitas. Jika memiliki dahi yang rata, ini mengindikasikan seseorang yang pragmatis, logis, dan yang selalu mengandalkan fakta dan data. Jika memiliki dahi yang sangat lebar ini menandakan bahwa dia seorang pemimpi dan merupakan seseorang yang membutuhkan sebuah rencana aksi strategis untuk memenuhi ambisinya yang cukup besar.
Mata
Bagaimana cara mendeteksi seseorang itu berbohong? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Richard Bandler dalam Neuro Linguistic Programming yang menjelaskan bahwa tatapan seseorang saat berbicara bisa mengindikasikan apa yang dipikirkannya. Jika seseorang bertanya dan mereka menengok ke kanan, ini menandakan mereka sedang berpikir dan menggunakan otak kreatifnya dengan mengumpulkan segala aspek visual yang ada. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka berbohong. Jika mereka menengok ke sebelah kiri, ini mengindikasikan mereka menggunakan memori yang ada di otak dan kemungkinan besar akan mengatakan kebenaran.
Bentuk mata juga sangat berpengaruh. Jika memiliki mata besar cenderung akan lebih toleran dan berpikiran terbuka. Sementara yang memiliki mata sipit mengindikasikan orang tersebut berpikiran sempit.
Hidung
Hidung yang ideal berbentuk mancung, lurus, dan penuh. Hidung yang mengembang mengindikasikan personal yang hangat dan memiliki empati yang besar dengan sekelilingnya. Tipe ini juga biasanya memberikan standar yang cukup tinggi dalam hidupnya dan memiliki perilaku yang baik. Untuk ukuran hidung yang besar cenderung suka melakukan kekerasan. Semakin besar hidung yang dimiliki orang tersebut, kecenderungan untuk melakukan tindakan kekerasan pun semakin tinggi. Jika Anda memiliki hidung pesek, ini menunjukkan Anda sebagai pribadi yang independen dan tahan banting, meski terkadang terjadi naik turun dalam hubungan percintaan maupun dengan hubungan pertemanan dengan orang lain.
Mulut
Mulut terkait dengan komunikasi dan sensualitas yang bisa dilihat dari bentuk bibir. Jika bibir atas tipis dan bagian bibir bawah tebal, hal ini mengindikasikan seseorang yang tidak bisa melakukan hubungan timbal balik dalam suatu hubungan. Jika sebaliknya, bentuk mulut tersebut justru mengindikasikan seseorang yang terlalu berbelas kasih. Jika memiliki bibir tebal di bagian atas dan bawah, menunjukkan sifat yang penyayang dan sensitif. Sementara yang bermulut kecil mengindikasikan sifat yang kejam dan egois.
Kerutan
Kerutan di seputar mata menunjukkan garis kebahagiaan. Hal ini menunjukkan adanya tanda keterbukaan hati kepada semua orang. Garis vertikal yang ada di antara mata menunjukkan sosok yang logis, pekerja keras, dan juga kritis. Kerutan di seputar hidung hingga menuju mulut merupakan garis tujuan hidup. Orang yang memiliki garis kerutan ini memiliki arah hidup yang tepat.
Segala bagian dari wajah kita memang bisa memancarkan kepribadian tertentu karena semuanya bergerak menunjukkan ekspresi tertentu pula. Dan tentu semuanya memiliki makna yang berlainan, namun Anda boleh mempercayai juga boleh tidak mempercayai interpretasi ini karena interpretasi hanya bisa dinilai oleh tiap individu dan interpretasi sifat seseorang juga tidak bisa hanya dilihat dari mimik muka, melainkan gesture tubuh dan kesehariannya.

Cara Mengetahui Keperibadian Orang Lewat Tahi Lalatnya

Percaya tidak percaya, tahi lalat tak sekadar menempel begitu saja di tubuh kita. Bagi yang percaya, letak tahi lalat ada hubungannya terhadap kepribadian seseorang. 
Coba perhatikan sekali lagi letak tahi lalat Anda dan temukan artinya di bawah ini.

SEPUTAR WAJAH
 
Pelipis kanan : Menandakan Anda seorang yang pandai menyimpan rahasia. Bagi Anda, rahasia yang Anda pegang pantang dibocorkan pada pihak lain.

Pelipis kiri : Anda punya jiwa sosial yang oke. Hati Anda mudah trenyuh melihat penderitaan orang lain. Saking dermawannya, terkadang Anda rela memberi lembaran uang Anda satu-satunya kepada orang lain yang dianggap lebih butuh.

Dahi kanan : Anda orang yang pandai bergaul. Di tempatkan di lingkungan sosial mana pun, dipastikan Anda tidak bakalan susah. Kelebihan lain, Anda pribadi yang senang bertualang.

Dahi kiri : Anda tipikal pemikir. Otak Anda termasuk encer. Motto hidup Anda, tidak ada masalah yang tak ada jalan ke luarnya.

Alis sebelah kanan : memiliki gambaran pribadi yang banyak memikul beban. Orang seperti ini gampang terkena stres.

Alis sebelah kiri : menandakan Anda seorang yang egois, mau menang sendiri dan sering kali tidak peduli terhadap kesulitan orang lain.

Hidung : Anda disukai banyak orang. Anda juga bukan orang yang pelit. Rezeki Anda terbilang berlimpah.

Pipi kanan : menggambarkan kepribadian yang rendah hati, suka menolong dan tidak tegaan. Berhati-hati saja karena banyak yang akhirnya memanfaatkan kebaikan Anda.

Pipi kiri : Anda termasuk pribadi yang boros. Anda juga dikenal sebagai orang yang baik hati, berbudi luhur, dan tidak sombong.

Bibir atas dan bawah kanan : Anda lihai berdebat. Siapa pun yang mengajak Anda adu mulut, dijamin tidak akan pernah menang melawan Anda.

Bibir atas kiri : Anda orang yang pintar bergaul dan mudah klik dengan siapa saja.

Bibir bawah kiri : Anda terkenal cerewet. Hal kecil saja bisa membuat Anda ‘bernyanyi’ sepanjang hari.

Dagu kanan : menggambarkan watak yang penuh kasih sayang. Anda sangat cocok memelihara binatang atau tanaman, karena Anda tipe orang yang bisa merawat dengan penuh cinta.

Dagu kiri : Kebanyakan berkepribadian pendiam, tidak banyak bicara dan hemat dalam pengeluaran keuangan.

Telinga kanan : Anda terkenal punya kemauan keras. Kalau sudah menginginkan sesuatu, Anda akan maksimal mengerahkan segala daya dan upaya untuk mendapatkannya.

Telinga kiri : mereka yang mempunyai tahi lalat di titik ini biasanya mudah tersinggung dan emosinya cepat sekali meledak.


LEHER SAMPAI KAKI

Leher : Menandakan Anda orang yang berhati keras. Tidak mudah bagi orang lain untuk menaklukkan hati Anda.

Pundak kanan : Anda orang yang kuat memikul tanggung jawab. Di dalam keluarga, Anda orang yang sangat diandalkan.

Pundak kiri : Pribadi Anda penyabar, teliti dan kalau punya pendirian sulit tergoyahkan.

Tangan : Anda orang yang berani, kuat fisik dan mental serta pendiam.

Pergelangan tangan : Anda tidak bisa menyimpan uang. Di tangan Anda uang cepat sekali menguap.

Dada : Menandakan Anda orang yang mudah iba hati terhadap orang lain. Meski begitu pendirian Anda juga keras.

Perut : Tahi lalat di perut menggambarkan orang yang mudah terpengaruh oleh bujuk rayu, perilakunya lemah lembut dan punya hati bersih.

Perut sebelah kanan : Mempunyai nafsu seks besar, dilimpahi banyak rezeki dan mudah memaafkan.

Lutut : Anda orang yang periang dan kelebihan Anda kuat jalan kaki. Tak heran Anda kuat mengelilingi mal seharian.

 

Mengetahui Karakter Seseorang Dari Kuku

Cara Untuk Mengetahui atau Melihat karakter ,Watak (sifat) maupun Kepribadian Seseorang Berdasarkan Dari bentuk kuku dan telapak tangan bukan lah hal yang baru bagi beberapa orang jadi bagi para master membaca sifat harap dimaklumi. 
Mengetahui Karakter Seseorang Dari Kuku manusia mempunyai bentuk bagian tubuh yang berbeda meskipun organnya sama saja bagi orang normal (mempunya bentuk tangan, bentuk kaki, kepala, rambut, kuku dll yang berbada bila dilihat secara mendetail). nah, dari bagian tersebut ternyata anda dapat mengetahui sifat orang tersebut maupun karakternya.
Mengetahui Karakter Seseorang Dari Kuku seperti pada post sebelumnya mengenai cara mengetahui karakter dari wajah yang pernah di bahas pada blog ini. kuku terletak pada ujung tahan yang sebagian dari kuku berwujud adalah tulang anda.
Berikut Gambar bentuk kuku serta keterangan mengenai karakter yang di kandungnya :
Mengetahui Karakter Seseorang Dari Kuku
  1. sifat dan karakter dari bentuk kuku pendek. Energik, ingin tahu, intuitif, logis.
  2. sifat dan karakter dari bentuk Kuku pendek, condong lebar daripada panjang. Kritis dan cepat marah.
  3. sifat dan karakter dari bentuk Kuku lebar, panjang, bulat pada ujungnya, Orang yang pertimbangannya jelas dan masuk akal.
  4. sifat dan karakter dari bentuk Kuku panjang berbentuk buah badam. Orang yagn tenang dan santai, pemimpi.
  5. sifat dan karakter dari bentuk Kuku amat besar, segi empat Dingin dan egois
  6. sifat dan karakter dari bentuk Kuku berbentuk baji. Sensitif belebihan.
Mengetahui Karakter Seseorang Dari Kuku Demikian sekilas tentang cara Mengetahui Karakter Seseorang Dari Kuku. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bermanfaat.

Rabu, 31 Oktober 2012

Kisah Simamora (Bagian Kedua)



Bulan Menjadi Dua
Di perbatasan Silindung dengan Pahae, tinggallah seorang pemilik kebun yang kaya raya. Dia dipanggil Nalobian. Menurut pengakuannya, dialah yang paling kaya di daerah tersebut. Selain kaya, Nalobian juga mengklaim dirinya paling pintar, paling tampan, paling segalanya. Paling ditakuti dan paling berpengaruh di Desa Pahae.
Na lobian, dalam bahasa setempat berarti “yang berlebih” adalah gelar yang sangat dibanggakannya. Banyak penduduk desa dan pemuda rantau yang bekerja di kebunnya.Adayang menggarap tanahnya dengan system bagi hasil, banyak pula yang bekerja sebagai buruh upahan.  Orang –orang desa sebenarnya tidak senang melihatnya. Tapi tidak ada yang berani menentangnya.

Adalah sebuah kebiasaan buruk yang sudah berlaku lama di desa itu. Apabila Nalobian sedang minum di warung manapun, tidak ada yang berani memesan apapun. Dan tukang warung pun tidak berani melayani mereka. Mereka harus menunggu Nalobian selesai. Selama Nalobian masih berada di warung, biasanya tidak seorangpun yang berani mengangkat bicara. Mereka hanya boleh mendengar Nalobian membual tentang kelebihannya.  Setelah ia pergi barulah orang – orang memesan dan suasana warung boleh ramai, bebas dan santai.
Pada suatu sore, Simamora singgah di warung dimana Nalobian sedang minum kopi. Ketika itu banyak orang desa yang duduk di bangku – bangku panjang dengan sikap tegang.  Mereka mendengar Nalobian membual tanpa berani member tanggapan. Hanya terlihat beberapa orang yang sesekali mengangguk – angguk. Itupun bukan berarti mereka memahami atau mengamini ucapannya. Anggukan mereka hanya gerakan kepala biasa tanpa makna.
Meja disamping mereka kosong. Simamora langsung bergabung dengan mereka setelah menambatkan kudanya di salah satu pohon di samping warung dan meletakkan bakulnya agak di bagian dalam warung. Sore itu cuaca panas. Simamora merasa haus setelah menempuh perjalanan jauh dan melelahkan. Sebelum duduk ia memesan minumannya,
“Kopi satu !”
Pelayan warung tidak bereaksi. Hanya terlihat kikuk mendengar suara Simamora.
“Kopi!” Simamora mengulangi pesanannya dengan suara yang lebih keras dan lebih tegas.
“Oh… ia Kata pelayan warung itu tanpa bergeming dari tempat duduknya.
“Pelayanannya kok lambat benar…” gerutu Simamora.
“Bukan lambat, anda saja yang tidak mengerti.” Bisik pelayan tersebut sembari meletakkan kopi pesanan Simamora di mejanya.
“Maksudmu?” Tanya Simamora yang kebingungan.
“Apa anda tidak melihat Nalobian sedang minum?” Tanya penjaga warung sambil megarahkan pandangannya kepada orang yang dimaksud.
“Apa hubungannya?” simamora kembali bertanya.
“Disini tidak ada yang berani minum selama Tuan Nalobian belum selesai.” Jawab seseorang dari kumpulan yang sedang minum itu.
Mendengar itu, Simamora merasa jengkel juga. Ingin rasanya memberi pelajaran kepada orang yang dipanggil Nalobian itu. Nalobian sendiri dengan sengaja memperlambat menghabiskan minumannya. Setelah meneguk sedikit kopinya, ia kemudian meletakkannya lalu merentangkan kedua tangannya. Nalobian bersantai.
“Kenapa mesti begitu?” Simamora bertanya lagi.
Pelayan warung lalu menjelaskan, “Siang harikanhanya ada satu matahari.”
“Terus…?” Tanya Simamora
“Malam hari juga hanya ada satu bulan. Dan disini juga hanya ada satu Nalobian….”
Sebelum pelayan selesai bicara, Simamora langsung memotongnya.
“Pantas…Ternyata desa ini orang – orangnya masih kolot.”sela Simamora sambil meluruskan kakinya setengah bersandar.
“Apa Maksudmu ?” Nalobian yang dari tadi hanya diam sekarang angkat bicara.
“Maksudku orang – orang disini masih sulit maju karena belum pernah melihat bulan ada dua” Sahut Simamora.
“Bulan ada dua?”
“Iya…”
“Sekaligus ?”
Ya… Bulan ada dua sekaligus.” Simamora mempertegasnya. Mendengar itu, Nalobian merasa tertantang.i desa ini belum pernah ada yang lebih pintar dari dirinya. dia merasa dipermalukan di depan warganya sendiri.
“Orang desa ini yang kolot, Apa kau yang bodoh?” Tanya Nalobian dengan suara lantang.
“Aku sanggup membuktikan apa yang aku katakana.” Sahut Simamora datar.
“Berani taruhan?”
“Aku tidak punya barang berharga untuk dipertaruhkan.”
“Baik, Begini saja.” Kata Nalobian penuh nafsu. “Kalau kau tidak sanggup memperlihatkan dua bulan sekaligus, kuda dan semua barangmu aku ambil. Dan kaupun akan menjadi budakku. Selamanya !” tawar Nalobian.
“Kalau aku sanggup? Bagaimana?” Tanya Simamora.
“Semua hartaku menjadi milikmu.” Sahut Nalobian.
Mendengar itu semua orang yang berada di warung terperanjat. Mereka sepertinya tidak percaya apa yang mereka dengar. Masing – masing membetulkan cara duduknya sambil memasang telinga.
“Baik. Malam ini akan aku buktikan.” Janji Simamora.
Dengan muka merah padam dan wajah penuh dendam Nalobian meninggalkan warung tersebut sambil berpesan agar warga dating sebagai saksi.
“Pasti !” Teriak mereka serentak.
*   *   *
Malam itu bulan berada di atas kepala. Orang – orang sudah berkumpul di sekitar warung. Jumlahnya jauh lebih banyak dari pagi tadi. Mereka ingin menyaksikan pertarungan dua orang pintar dengan pertaruhan yang cukup menakjubkan. Apalagi yang bertaruh pada malam itu adalah Nalobian yang mereka kenal memiliki banyak harta berlebih namun pelit dan angkuh. (Ya ialah, masa ada orang kaya minum kopi di warung?)  Hampir seluruh warga mendengar bahwa Nalobian mempertaruhkan seluruh hartanya. Sebagian orang merasa pesimis Simamora bisa memenangkan pertaruhan ini karena mereka tidak pernah melihat bulan muncul dua buah sekaligus.
“Apa menurutmu Simamora itu bisa membuktikan kata – katanya?” Tanya seseorang diantara kerumunan kepada seorang lain.
“Ya, berharap saja besok kita tidak kolot lagi…” Jawabnya setengah meledek.
Setelah Nalobian tiba di warung tersebut, para warga langsung meminta Simamora membuktikan kata – katanya. Bahwa bulan terbit dua buah sekaligus.
Dengan tenang Simamora mengeluarkan sebuah ember besar yang ditutupinya dengan pohon pisang. Dia meletakkan ember tersebut diatas meja yang terletak di luar warung. Para warga yang hadir mengerumuni meja tersebut. Simamora dan Nalobian berdiri berhadapan di kedua sisi meja. Orang – orang semakin mendekat tetapi tidak  seorangpun yang berkomentar. Mereka menunggu siapa diantara mereka yang akan menanggung malu. Tanpa ekspresi yang berarti Simamora menunjuk bulan di langit dengan satu jari. Dengan spontan orang – orang yang hadir di sana berteriak;
“Satu !”
“Iya,” Sahut Nalobian geram. Setelah membuka daun pisang, Simamora menunukkan ke arah ember dengan dua jari. Nalobian kaget ! Dia mundur selangkah, Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Selang beberapa detik ia mendengar warga berteriak, “Dua !!!”
Serentak seluruh warga yang hadir bertepuk tangan menyambut kemenangan Simamora. Melihat kenyataan itu, Nalobian tertunduk lemas di kursinya. Dia hampir pingsan.
“Sita … ! Sita … !” Teriak sebagian warga. Mereka meluapkan kedongkolan yang selama ini terpendam di hati mereka. Inilah saat yang tepat untuk menghapus kesombongan Nalobian dari desa itu.
Simamora mengangkat kedua tangannya menentramkan massa yang berjubel itu.
“Aku tidak punya bakat menjadi orang kaya. Biarlah ia mengurus sebagian hartanya. Akan tetapi hak atas tanah, hutan kemenyan harus dilepas. Menjadi milik umum. Tanah yang disewakan diserahkan kepada orang yang menggarapnya. Dan yang terpenting,” Tambah Simamora.  “Hak untuk dilayani sendiri di warung harus dihapuskan !”
“Setuju ! Setuju ! Setuju !” Warga berteriak kegirangan menyambut keputusan Simamora.
Dan sejak itu warga desa mempunyai hak yang sama atas tanah, kebun, hutan dan lain – lain. Suasana di warung pun sudah tidak seperti dulu lagi. Sekarang mereka bebas memesan minuman dan bebas berbicara tanpa ada yang harus ditakuti. Sedangkan untuk Nalobian ? Hmmm……. Anda sendirilah yang tebak.
Dikutip dari : Roha 3 – Kisah Simamora Karya B.H Situmorang

Kisah Simamora (Bagian 1)

Kisah Simamora adalah kisah yang sangat menarik dan mendidik. Banyak cerita dari Simamora yang diketahui oleh masyarakat. Mungkin sebagian dari pembaca pernah mendengar istilah “Simamora Na oto” atau Simamora yang bodoh. Artikel ini tidak bermaksud menghina atau melecehkan marga tersebut, Sayangnya banyak versi yang beredar di masyarakat yang terkadang malah berbau negatif.
Artikel kali ini mencoba mengupas salah satu cerita mengenai Simamora yang menjadi asal usul istilah “Simamora Na oto” yang sering dilekatkan pada marga tersebut. Bagaimana sebenarnya hal ini bisa terjadi? Berikut ini, Kisah Simamora Bagian Pertama.

***
Simamora menikahi seorang gadis bernama “Tuanlaen”. Dia adalah istri pertama Simamora, namun sayang, keluarga ini tidak memiiki keturunan karena Tuanlaen mandul. Namun demikian, hubungan diantaranya tetap akur. Simamora tidak pernah menuntut banyak dari istrinya. Sedangkan istrinya, Tuanlaen sering merasa sedih karena tidak bisa memberikan keturunan kepada Simamora. Sebagai orang batak yang menganut system kekerabatan Patriliniar, maka kehadiran seorang putra sangatlah diharapkan untuk dapat meneruskan marga pihak laki-laki, karena itu Tuanlaen sering menyesali dirinya yang tidak berguna dan disebutnya sebagai “lapung”.
Beberapa kali , Tuanlaen sering meminta agar Simamora menikah lagi. Namun Simamora tidak pernah tertarik untuk menikah lagi.
“Terima saja. Anggaplah ini sebagai nasib kita.” Jawab Simamora setiap kali Tuanlaen mengajukan sarannya.
“Tapi kalau kau menikah lagi, nasibmu akan berubah.”
“Siapa yang bisa menjamin?”
Mendengar itu, Tuanlaen menjadi senang dan merasa bersyukur telah mendapatkan suami yang setia.
Setelah adik laki-lakinya meninggal, Simamora mengambil usul untuk merawat keempat anak adiknya. Dengan cara menikahi adik iparnya. Cara ini dikenal dengan ganti tikar sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap saudara. Mereka lalu tinggaL di daerah Tipang, Bakkara.
Awalnya kehidupan mereka berjalan baik. Tuanlaen merawat keempat anak nya seperti anak sendiri, sedangkan istri baru Simamora merasa senang karena telah terbantu. Simamora pun tidak pernah pilih kasih kepada kedua istrinya.
Namun setelah anak-anak ini besar, situasi memburuk. Keempat anaknya lebih menyayangi ibu kandungnya. Keadaan membuat hubungan kedua istri ini memburuk, bahkan semakin lama keduanya semakin sulit berkomunikasi.
SIMAMORA DAN PEDAGANG GARAM.
Simamora adalah pedagang garam. Ia sering bepergian untuk waktu yang lama meninggalkan keluarganya untuk berdagang garam. Garam -  garam ini diambilnya pesisir barat Sumatera untuk dijualnya ke beberapa  pasar yang dilaluinya seperti Pahae, Sipirok, Silindung, Doloksanggul dan jika dagangan masih tersisa, ia akan menjualnya di Bakkara di pinggir Danau Toba. Bakul tempat garamnya diletakkan di atas kuda beban yang menjadi tunggangannya.
Simamora adalah orang yang ramah, dan jujur dalam berdagang. Banyak dari orang – orang yang bertemu dengan dia merasa senang berdagang  kepadanya. Oleh karena itu, Simamora punya banyak langganan dan kenalan.
Berdagang garam tidaklah selalu mudah. Hujan menjadi masalah yang paling utama. Ketika hujan turun, kuda – kuda akan menjadi bebal dan tidak mau melanjutkan perjalanan. Dan bakul tempat garam pun tidaklah cukup bagus. Bakul itu terbuat dari anyaman daun kelapa sehingga kurang aman dari air. Kalau sudah begini, Simamora biasanya harus menginap di rumah – rumah warga di kampung yang dilaluinya.
Suatu hari, Simamora bertemu dengan dua orang yang sama – sama berdagang garam. Seiring berjalan waktu, ia semakin kompak dengan keduanya dan sering pergi berjualan bersama. Simamora sendiri merasa beruntung mempunyai teman berdagang, selain dia punya teman untuk diajak bicara selama perjalanan, ia juga merasa terbantu untuk hal lain. Terkadang jika musim hujan tiba, sungai – sungai meluap. Untuk menyebrangi sungai, mereka harus menarik kuda beban karena kuda tidak mau menyebrangi sungai. Terkadang kuda ini sangat bebal sehingga harus ditarik oleh dua orang atau lebih.
Sepanjang perjalanan, Simamora mendapat pelanggan lebih banyak dari kedua rekannya, karena Simamora dianggap orangnya  lebih jujur dan jualannya juga tidak terlalu mahal. Hal ini mengundang kecemburuan bagi kedua rekannya. Sering keduanya menggerutu karena tidak mendapat pelanggan. Terkadang mereka harus menunggu sampai dagangan simamora habis, baru mereka kebagian pelanggan.
Kekesalan ini semakin memuncak sampai suatu ketika mereka merencanakan untuk memberi Simamora pelajaran.
Pada suatu sore, Simamora bersama kedua rekannya terpaksa menginap di warung kopi di satu desa sebelum masuk pasar Doloksanggul karena hujan sedang turun. Warung itu kosong pada malam hari. Pemiliknya tinggal di kampung lain, agak jauh dari tempat itu. Setelah bakul garam diturunkan dari punggung kuda, mereka menambatkan kuda-kudanya di dekat rerumputan sekitar warung. Mereka bercengkrama sambil melinting tongkol jagung yang dijadikan rokok.
Kedua rekannya yang sudah lama mencari kesempatan untuk mencelakai Simamora merasa kalau inilah waktunya untuk memberinya pelajaran. Mereka berencana untuk mencuri kuda dan garam – garam Simamora selagi dia tidur. Dengan demikian, ia tidak bisa berjualan garam lagi. Berkuranglah saingan.
Malamnya, kedua rekannya itu menyarankan agar sebaiknya mereka bergantian jaga. Dua orang tidur sedangkan seorang lagi jaga. Demikian lah bergantian hingga pagi tiba.
“Apa perlu begini ? Toh, selama ini juga tidak pernah terjadi apa-apa” kata Simamora.
“Itu tidak menjamin kalau disini aman selamanya.” Jawab mereka.
“Kalau begitu, bagaimana kalau kita menyembunyikan garam masing-masing.” Usul Simamora.
“Dimanapun kau menyembunyikannya, garammu pasti bisa ditemukan di warung yang sekecil ini.”
“Tidak mungkin bisa ditemukan.” Jamin Simamora.
“Aku tidak yakin. Bagaimana kalau aku bisa menemukan garammu?” Tanya seorang.
“Garamku menjadi milik kalian.”
“Kalau tidak ?” Tanya seorang lagi.
“Garam kalian menjadi milikku.”
“Baik.” Ketiganya pun sepakat. “Sembunyikanlah garammu.” Kata mereka.
Lalu simamora pergi membawa garamnya. Tidak sampai dua menit ia sudah kembali. Kedua rekannya lalu menyalaminya tanda perjanjian sah.
“Bagaimana kalau kuda kita pertaruhkan juga?” Usul mereka berdua karena merasa yakin garam tersebut tidak jauh disembunyikan mengingat waktu yang diambil Simamora tidak lama.
“Boleh juga” tantang Simamora
“Baiklah” sambut mereka.
Malam itu Simamora tidur dengan lelapnya. Seperti tidak ada yang sedang dipikirkannya. Berbeda dengan kedua rekannya yang tidak sabar menunggu pagi tiba. Mereka yakin sekali garam itu disembunyikan di dapur. Mereka ingin sekali langsung mencari garam tersebut dan membawa kuda Simamora pergi. Tapi mereka harus berlaku adil sesuai perjanjian.
Pagi – pagi benar mereka sudah bangun. Ingin rasanya cepat – cepat menemukan garam tersebut. Akan tetapi untuk menunjukkan kalau mereka berlaku adil, mereka menunggu hingga Simamora bangun. Setelah simamora bangun, ketiganya melinting rokok. Lalu masing – masing menikmatinya tanpa ada yang berselera memulai bicara. Rokok semakin pendek dan setelah api rokok menyentuh jari, keduanya mengingatkan simamora tentang kesepakatan mereka.
“Silahkan cari.” Kata simamora singkat.
“Sebaiknya kita naikkan dulu beban kuda kita.” Kata seorang
“Bagus juga.” Balas yang seorang lagi. “Kuda yang ketiga tinggal dimuat lalu dituntun.”
“Aku khawatir kalian tidak kembali lagi karena malu.” Simamora tersenyum simpul.
Keduanya tidak menjawab. Mereka langsung bergegas. Mereka memulainya dengan menyisir dapur, sekitar rumah, hingga kebun. Dapur penuh dengan barang – barang yang ditumpuk begitu saja. Ternyata tidak ada. Di kebun, sekitar sumur hingga sekitar kampung juga tidak ada. Mereka kembali ke dapur membongkar barang-barang yang ditumpuk. Tetapi tetap tidak ketemu.
“Dua menit. Mungkinkah keluar kampung?” Tanya yang satu.
“Kalau berlari, bisa juga…” sahut yang satu sambil menggaruk – garuk kepalanya.
Lalu mereka memeriksa bambu bambu pembatas kampung. Tetapi tetap saja tidak ada. Semak belukar, tumpukan sampah juga tidak lepas dari penggeledahan mereka. Tanpa disadari mereka sudah cukup jauh keluar dari desa.
Setelah menunggu cukup lama, Simamora memeriksa. Tetapi rekannya belum kembali juga. Hanya ada tukang warung yang baru sampai dan sedang menjerangkan air dari sumur. Si Tukang warung merasa heran melihat banyaknya barang yang berantakan di dapur. Sebelum ia sempat menanyakan tentang barang – barang tersebut, Simamora telah pergi membawa kedua kuda dan garam – garam rekannya itu.
Walau kaget dengan kondisi dapur yang berantakan, si pemilik warung tidak langsung memeriksanya. Ia terlebih dahulu menjerangkan air karena pagi – pagi biasanya banyak pengunjung yang ingin minum kopi.  Tukang warung memeriksa dapur yang diobrak – abrik entah oleh siapa. Dan entah untuk apa. Ia tidak melihat adanya barang – barang yang hilang. Untuk memastikan perasaannya, ia menghitung seluruh jumlah karung padi di lumbung, kemudian alat – alat pertanian, tidak ada yang hilang. Sambil mengira – ngira apa yang telah terjadi, ia merapikan barangnya.
Air telah mendidih dan dia segera melayani langganannya. Tanpa menceritakan kejadian di dapurnya. Tak lama kedua pedagang yang kalah taruhan telah kembali. Mereka mendapati kalau Simamora sudah pergi bersama kuda – kuda dan keempat bakul garam yang telah dimenangkannya.
Saat itu di warung sedang ada desas desus antara pengunjung. Keduanya yang tidak tahu apa yang sedang terjadi tidak terlalu memperdulikannya.
“Kopi dua !” pesan mereka.
Tak lama berselang seseorang diantara pengunjung angkat bicara.
“Koq kopinya asin?” katanya
Kedua pedagang yang mendengar hal itu saling berpandangan. Seperti akan mengatakan sesuatu. Buru – buru keduanya mencicipi kopi mereka.
“Benar ! Kopinya asin !”
“Sungguh, disini tidak ada tempat garam.” Kata yang punya warung. “Gelas dan sendok sudah saya cuci. Mana mungkin bisa asin?”
“Jangan – jangan…” gumam seorang pedagang itu.
“Jangan – jangan simamora menyembunyikan garam di dalam sumur !”
Keduanya langsung melompat dari tempat duduknya dan memeriksa sumur di belakang warung. Galah dijulurkan ke dalam dan dua buah bakul berhasil diangkat dari dalam. Warga di sekitar mengenali bakul tersebut sebagai bakul garam yang biasa dibawa Simamora.
“Lihat !” Kata salah satu pedagang tersebut. “Ini bakul Simamora. Dia benar – benar bodoh, menyembunyikan garam di dalam sumur.”
“Kenapa ?” Tanya seorang dari kerumunan itu.
“Karena dia takut garamnya dicuri orang.” Jawab rekan pedagang itu.
“Bodoh benar (oto ma i)” piker orang – orang di warung itu.
“Memang bodoh” ucap kedua pedagang itu. Mereka melakukannya untuk menyembunyikan kemalangan mereka yang telah kalah taruhan.
Berita tentang garam masuk sumur ini langsung cepat menyebar. Kedua pedagang ini juga menceritakan tentang “simamora yang bodoh” (Simamora na oto) kepada setiap orang yang ditemuinya. Namun tidak pernah menceritakan bahwa Simamora yang membodohi mereka.

bersambung-------------------

Nonton TV

Halaman